Jakarta, 22 Desember 2023 -
PT Asuransi Bintang Tbk (ASBI) melaporkan penurunan premi bruto sebesar 20%
akibat penerapan langkah strategis PSAK74. Presiden Direktur ASBI, HSM Widodo,
mengungkapkan bahwa perusahaan telah mempersiapkan diri dengan sistem engine
yang dikembangkan sendiri untuk mengukur paralel run PSAK 64 (IFRS 4) dan PSAK
74.
Dalam Public Expose pada Kamis
(21/12), Widodo menyampaikan bahwa penerapan PSAK74 memberikan dampak
signifikan terhadap ekuitas dan premi bruto. Meskipun terdapat kerugian sebesar
Rp 20 miliar pada September 2023, Widodo memastikan bahwa angka tersebut masih
dalam batas aman, mengingat kerugian sebelumnya pada Maret 2023 mencapai Rp 37
miliar.
Dampak strategi PSAK 74 juga
merasakan penurunan premi bruto pada Asuransi Bintang. Data per September 2023
mencatat pendapatan premi bruto sebesar Rp 282,7 miliar, mengalami penurunan
20% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (Rp 353 miliar). Penurunan
ini terutama dipicu oleh kontraksi pada premi asuransi kendaraan, marine hull,
dan asuransi varia.
Meski demikian, Widodo mencatat
beberapa produk masih berhasil mencatat pertumbuhan premi bruto. Asuransi
properti tumbuh sebesar Rp 3,4 miliar atau 2.2%, asuransi marine cargo sebesar
Rp 2,2 miliar atau 15%, asuransi engineering sebesar Rp 174 juta atau 1.8%, dan
asuransi unit link sebesar Rp 367 juta.
"Ke depan, kami akan terus
menjalankan langkah-langkah strategis, khususnya untuk persiapan memasuki tahun
kritis di 2024," tandas Widodo.
Sumber: Kontan.co.id
Rekomendasi
- Penekanan pada Dampak PSAK74: Fokus pada
pengaruh penerapan PSAK74 terhadap ekuitas dan premi bruto Asuransi
Bintang. Jelaskan langkah-langkah strategis yang telah diambil perusahaan
untuk menghadapi perubahan tersebut.
- Pentingnya Persiapan PSAK74: Soroti
pernyataan Presiden Direktur mengenai kesiapan Asuransi Bintang untuk
melaksanakan PSAK74 pada Januari 2025. Bahas bagaimana perusahaan telah
mengembangkan sistem engine untuk mengukur dampak PSAK74.
- Keberhasilan dan Tantangan: Sampaikan secara
jelas bahwa meski terdapat kerugian sebesar Rp 20 miliar, hal ini dianggap
masih dalam batas aman. Gambarkan tantangan yang dihadapi Asuransi Bintang
dan bagaimana perusahaan berencana mengatasinya.
- Analisis Penurunan Premi Bruto: Jelaskan
dengan detail mengenai penurunan premi bruto sebesar 20%, dengan penekanan
pada sektor-sektor tertentu seperti asuransi kendaraan, marine hull, dan
asuransi varia. Berikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai
faktor-faktor yang menyebabkan kontraksi ini.
- Pertumbuhan dalam Krisis: Soroti pencapaian
positif Asuransi Bintang, yaitu pertumbuhan premi bruto pada beberapa
produk. Analisis produk-produk yang masih tumbuh dapat memberikan gambaran
bahwa perusahaan tetap berkembang meski menghadapi tantangan.
- Proyeksi ke Depan: Tinjau rencana ke depan
Asuransi Bintang dengan menjalankan langkah-langkah strategis. Sampaikan
komitmen perusahaan untuk terus beradaptasi dan mencapai pertumbuhan di
tengah perubahan regulasi.
Dengan menyajikan informasi ini
secara seimbang dan menarik, berita dapat menjadi lebih baik, menarik, dan unik
bagi pembaca yang mencari wawasan mendalam mengenai dampak PSAK74 pada industri
asuransi.

Komentar
Posting Komentar
Terima kasih atas komentarnya, kami akan segera membalas komentar kamu ya :)
Tim SahamSalam.