Rangkuman
Penulis membahas transaksi aneh yang terjadi pada saham ITMA
berdasarkan pertanyaan dari pengguna Stockbit. ITMA adalah saham yang pernah
masuk Jong Kox, namun penulis memilih untuk tidak membeli karena ragu dengan
model bisnisnya.
Transaksi besar terjadi pada menit-menit terakhir antara II dan MU
dengan rata-rata lot transaksi >20rb lot. Penulis memberikan beberapa asumsi
mengenai kemungkinan penyebab transaksi ini, termasuk kemungkinan transaksi
normal, netting saham, atau buyback repo saham.
Penulis menjelaskan konsep netting saham sebagai praktik menggabungkan
serangkaian transaksi saham yang dilakukan pada hari yang sama menjadi satu
transaksi bersih. Hal ini membantu mengurangi jumlah transaksi dan mempermudah
proses administratif.
Asumsi lainnya adalah kemungkinan adanya buyback repo saham. Penulis
mengajak pembaca untuk memeriksa laporan keuangan sekuritas MU dan II terkait
kepemilikan saham ITMA. II terlihat memiliki saham ITMA dalam portofolionya,
dan penulis mencatat beberapa saham besar yang dimiliki oleh MU, termasuk saham
Bentjok dan Bakrie.
Penulis menyimpulkan bahwa belum diketahui dengan pasti apa yang terjadi
antara MU dan II. Namun, pada kuartal ketiga 2023, II memiliki saham ITMA dan
terlihat ada kerjasama antara liquidity provider ITMA dan MU II untuk
menunjukkan bahwa ITMA adalah saham yang likuid.
Penulis menawarkan beberapa hipotesis untuk menjelaskan transaksi ini,
termasuk potensi aksi korporasi M&A atau RI PP, repo, atau keluarnya big
player sehingga dibutuhkan exit liquidity. Pembaca diajak untuk memilih asumsi
mana yang paling cocok.
Sumber: https://stockbit.com/post/13336989
Review
"Transaksi Aneh $ITMA"
Penulis membahas pertanyaan dari
seorang pengguna Stockbit mengenai transaksi yang dianggap aneh pada saham
ITMA. Penulis awalnya menyoroti bahwa ITMA adalah salah satu saham yang pernah
masuk Jong Kox, meskipun penulis tidak memilih untuk membelinya karena ragu
dengan model bisnisnya.
Penulis mencatat bahwa transaksi
besar terjadi pada menit-menit terakhir antara II dan MU dengan rata-rata lot
transaksi >20rb lot. Berbagai asumsi dan kemungkinan penyebab transaksi
tersebut kemudian dijelaskan, termasuk kemungkinan transaksi normal, transaksi
netting saham, atau buyback repo saham.
Penulis memberikan penjelasan
mendalam tentang konsep transaksi netting saham, yang merupakan praktik
menggabungkan serangkaian transaksi saham pada hari yang sama menjadi satu
transaksi bersih. Ini membantu mengurangi jumlah transaksi dan mempermudah
proses administratif.
Asumsi lainnya adalah kemungkinan
adanya buyback repo saham, dan penulis mengajak pembaca untuk memeriksa laporan
keuangan sekuritas MU dan II terkait kepemilikan saham ITMA. Penulis
menyimpulkan bahwa meskipun belum diketahui dengan pasti apa yang terjadi
antara MU dan II, II memiliki saham ITMA di Q3 2023, dan nampaknya liquidity
provider ITMA bekerja sama dengan MU II untuk menunjukkan bahwa ITMA adalah
saham yang likuid.
Penulis mencatat bahwa ITMA
awalnya adalah saham yang sunyi dengan volume transaksi rendah, dan ketika
saham tersebut tiba-tiba dibuat likuid, muncul beberapa hipotesis alasan,
termasuk potensi aksi korporasi M&A atau RI PP, repo, atau keluarnya big
player yang membutuhkan exit liquidity.
Keseluruhan, pembaca diajak untuk
memilih asumsi mana yang mungkin lebih cocok sebagai penjelasan dari transaksi
aneh pada saham ITMA.

Komentar
Posting Komentar
Terima kasih atas komentarnya, kami akan segera membalas komentar kamu ya :)
Tim SahamSalam.